Gaji Bersih vs Gaji Kotor: Cara Paham Potongan BPJS dan Pajak Penghasilan
Pahami beda gaji kotor dan take home pay, pisahkan potongan karyawan dari iuran perusahaan, lalu cocokkan slip dengan uang masuk sebelum menyusun anggaran.
Tim Budgettt
28 Oktober 2026 • 6 mnt baca

Beda take home pay dan gaji kotor ada pada uang yang benar-benar kamu terima setelah potongan. Gaji kotor biasanya merujuk pada penghasilan sebelum potongan karyawan. Take home pay atau gaji bersih adalah hasil akhirnya, tetapi kamu tetap perlu melihat komponen slip karena transfer bisa ikut memuat penggantian biaya kantor.
Angka di surat penawaran belum tentu sama dengan uang yang masuk rekening. Sebelum menyusun anggaran dari nominal tersebut, cek apa yang termasuk gaji, apa yang dipotong, dan apa yang sebenarnya dibayar perusahaan di luar hak tunai kamu.
Bedakan gaji penawaran, penghasilan tunai, dan bruto pajak
Saat HR menyebut gaji bulanan, minta rincian tertulis. Apakah nominalnya gaji pokok saja, sudah termasuk tunjangan tetap, atau memuat komponen yang bergantung pada kehadiran? Lembur dan bonus juga jangan langsung dianggap penghasilan rutin.
Di slip gaji, pisahkan angka berikut:
- Penghasilan tunai: gaji pokok, tunjangan yang dibayarkan, serta tambahan seperti lembur pada periode tersebut.
- Potongan karyawan: bagian iuran yang menjadi beban kamu, pajak yang dipotong dari penghasilan kamu, dan potongan lain yang memang berlaku.
- Kontribusi perusahaan: pembayaran pemberi kerja yang dicantumkan sebagai informasi, bukan otomatis pengurang uang tunai kamu.
Ada pula bruto untuk penghitungan pajak. Angka ini bisa berbeda dari penghasilan tunai. Dalam PMK 168 Tahun 2023, Pasal 5 ayat (3), misalnya, iuran JKK, JKM, dan jaminan kesehatan yang dibayar pemberi kerja termasuk komponen penghasilan pegawai tetap untuk pemotongan pajak.
Jadi, bruto pajak yang lebih besar tidak berarti selisihnya ikut ditransfer ke rekening. Minta payroll menunjukkan rekonsiliasinya, terutama jika slip menampilkan kolom penambahan dan pengurangan untuk manfaat non-tunai.
Potongan BPJS: jangan kurangi bagian perusahaan lagi
Untuk peserta penerima upah, penjelasan resmi BPJS Ketenagakerjaan tentang pembagian iuran membedakan bagian pekerja dan perusahaan:
- JHT: pekerja membayar 2% dari dasar upah yang berlaku, perusahaan 3,7%.
- JP: pekerja membayar 1% dari dasar upah yang berlaku, perusahaan 2%.
- JKK dan JKM: iurannya menjadi tanggung jawab perusahaan.
Bagian perusahaan tidak boleh kamu kurangi lagi secara mekanis saat menghitung uang bersih. Kalau slip mencantumkan JHT perusahaan dan JHT karyawan, keduanya punya fungsi berbeda dalam pembacaan slip.
Perhatikan juga dasar upahnya. Jangan langsung mengalikan semua persentase dengan total transfer atau seluruh tambahan bulan itu. JP memiliki batas upah perhitungan; gunakan batas yang berlaku pada periode penggajian, bukan angka dari artikel lama.
Untuk BPJS Kesehatan, cek nominal bagian karyawan, dasar perhitungan, dan cakupan kepesertaan yang dipakai payroll. Jika nominalnya berbeda dari perkiraanmu, minta rincian perhitungan sebelum menyimpulkan ada kesalahan. Pada contoh nanti, kita memakai nominal yang sudah tercantum di slip ilustrasi.
PPh 21 bukan potongan tetap untuk semua karyawan
Dua orang dengan nominal penawaran sama belum tentu menerima transfer yang sama. Komponen penghasilan, status Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP, dan pengaturan pajak perusahaan perlu diperiksa.
Untuk pegawai tetap, Pasal 15 PMK 168 Tahun 2023 mengatur penggunaan tarif efektif bulanan atau TER pada masa pajak selain masa pajak terakhir. Pada masa terakhir, pemotongan dihitung dari selisih pajak terutang setahun atau bagian tahun dengan pajak yang sudah dipotong sebelumnya.
Masa terakhir biasanya Desember bagi yang bekerja sampai akhir tahun, tetapi bisa merupakan bulan berhenti bekerja. Karena ada penghitungan kembali, jangan menganggap potongan satu bulan pasti berlaku sepanjang tahun.
Saat menerima penawaran, tanyakan juga skema gross, net, atau gross-up yang digunakan. Minta HR menjelaskan siapa yang menanggung pajak, apakah ada tunjangan pajak, dan berapa perkiraan transfer untuk bulan kerja normal. Jangan menyimpulkan hasil bersih hanya dari nama skemanya.
Kamu bisa membawa pertanyaan ini ketika menyiapkan negosiasi gaji untuk fresh graduate. Bandingkan rincian paketnya, bukan hanya angka terbesar di penawaran.
Contoh hitung gaji bersih pemula dari slip
Berikut contoh hipotetis rekonsiliasi uang, bukan kalkulator pajak. Diasumsikan dasar upah JHT dan JP pada slip adalah Rp6.000.000, masih di bawah batas upah JP yang berlaku. Tidak ada bonus, lembur, atau potongan lain.
Penghasilan tunainya terdiri dari:
- Gaji pokok: Rp5.000.000.
- Tunjangan tetap tunai: Rp1.000.000.
- Total penghasilan tunai sebelum potongan: Rp6.000.000.
Bagian potongan karyawan pada slip ilustrasi menunjukkan:
- JHT karyawan: 2% × Rp6.000.000 = Rp120.000.
- JP karyawan: 1% × Rp6.000.000 = Rp60.000.
- BPJS Kesehatan karyawan: Rp60.000, diasumsikan sudah diberikan payroll.
- PPh 21: Rp50.000, diasumsikan sudah diberikan payroll.
Total potongan = Rp290.000. Gaji bersih = Rp6.000.000 − Rp290.000 = Rp5.710.000.
Angka PPh 21 Rp50.000 di sini hanya masukan ilustrasi dari slip. Angka itu bukan hasil penghitungan TER untuk profil pajak tertentu dan tidak bisa dijadikan patokan bagi semua orang bergaji Rp6 juta.
Misalkan perusahaan juga mengembalikan Rp200.000 biaya perjalanan kantor yang sebelumnya kamu talangi. Jika dibayar bersamaan, transfer menjadi Rp5.910.000. Namun, gaji bersih dari pekerjaan pada contoh tetap Rp5.710.000; Rp200.000 lainnya adalah pengembalian uang talangan, bukan kenaikan gaji rutin.
Cocokkan slip dengan mutasi sebelum bertanya ke payroll
Kalau hasil hitungan berbeda dari uang masuk, buka slip dan mutasi untuk periode yang sama. Periksa tanggal pembayaran karena penggantian biaya atau tambahan penghasilan bisa dibayar terpisah.
Untuk membaca potongan gaji di slip karyawan, gunakan urutan ini:
- Cocokkan penghasilan tunai dengan komponen yang menjadi hak kamu pada periode itu.
- Tandai potongan yang benar-benar dibebankan kepada karyawan.
- Pisahkan kontribusi perusahaan dan penyesuaian non-tunai.
- Cocokkan hasil bersih, pembayaran tambahan, dan transfer yang benar-benar diterima.
Kalau masih ada selisih, tanyakan secara spesifik: "Di slip periode ini, komponen mana yang menjelaskan selisih antara hasil bersih dan transfer?" Sertakan nominal dan nama komponennya. Simpan jawaban payroll supaya bulan berikutnya kamu tidak perlu menebak lagi.
Susun anggaran dari gaji bersih yang sudah diterima
Pada contoh tadi, dasar anggaran gaji adalah Rp5.710.000, bukan Rp6.000.000. Jangan mencatat Rp5.710.000 sebagai pemasukan lalu mengurangi BPJS dan PPh 21 yang sama sekali lagi sebagai pengeluaran kas. Potongan itu sudah terjadi sebelum uang masuk.
Slip tetap bisa kamu simpan sebagai rincian terpisah. Untuk catatan uang pribadi, catat gaji bersih setelah diterima, lalu catat pengeluaran yang benar-benar kamu bayar. Jangan masukkan gaji yang baru dijanjikan atau belum ditransfer sebagai transaksi pemasukan aktual.
Pisahkan pula reimbursement dari pendapatan rutin dan cocokkan dengan talangan sebelumnya agar tidak dihitung sebagai penghasilan baru. Jika kamu punya pekerjaan sampingan, cara menentukan tarif freelance bisa membantu memikirkan tarifnya; pencatatan uang masuk tetap menunggu pembayaran diterima.
Setelah angka bersihnya jelas, kamu bisa mulai mencatat keuangan di Budgettt. Gunakan Budgettt untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran aktual, bukan menghitung kewajiban payroll atau menentukan pajak. Dasar anggaran kamu pun mengikuti uang yang benar-benar tersedia, bukan nominal penawaran yang belum dipotong.
Tim Budgettt
Tim Budgettt menulis tips dan informasi seputar keuangan agar bisa lebih mudah membantu kamu dalam mengatur keuangan pribadimu.
Artikel Terkait

Cara Menghitung Tarif Freelance Biar Nggak Kerja Bakti
Tentukan tarif freelance dari kebutuhan bulanan dan jam tertagih, lalu ubah menjadi harga proyek dengan ruang lingkup, revisi, serta jadwal pembayaran yang jelas.

Tips Negosiasi Gaji Pertama untuk Fresh Graduate Tanpa Takut Ditolak
Panduan negosiasi gaji pertama: riset posisi sebanding, cek paket kompensasi, siapkan batas pribadi, dan gunakan contoh kalimat untuk berdiskusi dengan HR.

Mulai Menabung Dana Darurat Pertama: Trik Kumpul Rp1 Juta Pertama
Panduan mengumpulkan Rp1 juta pertama lewat setoran fleksibel, alokasi realistis, dan pengecekan saldo dana darurat yang benar.
